BOGOR, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Bayu.
- Dua hari lagi, 1 Juli 2012, Golkar akan mendeklarasikan Ketua Umum
Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. Pencalonan Aburizal ini
sudah diputuskan dalam Rapat Pimpinan Nasional II Oktober tahun lalu.
Sedangkan penetapannya akan dikukuhkan dalam rapimnas ketiga yang
berlangsung 29-30 Juni di Hotel Aston, Bogor.
Menurut Aburizal,
ada tiga alasan utama, sehingga penetapannya sebagai calon presiden
dipercepat. "Pengukuhan dikaitkan dengan sejarah Golkar yang membutuhkan
strategi berorientasi pada pemilu dan pilpres," kata Aburizal saat
membuka rapimnas, Jumat, 29 Juni 2012.
Sejak Pemilu 1999
digelar, Golkar baru sekali memenangi pemilihan legislatif, yaitu pada
Pemilu 2004. Saat itu Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung
berhasil meraih suara tertinggi dengan 21 persen suara. Namun sejak
reformasi Golkar belum sekali pun memenangi pemilihan presiden. Padahal
pada masa Orde Baru, Golkar merupakan partai yang kuat dan hampir selalu
memenangi pemilu. "Saya mengajak untuk belajar dari pengalaman masa
lalu," katanya.
Alasan pertama yang mendorong Aburizal memilih
segera mendeklarasikan diri karena menganggap penetapan capres setelah
pemilu sangat terlambat. Penetapan setelah pemilu tidak akan cukup bagi
partai untuk melakukan strategi pemenangan. "Terlepas secanggih apa pun
strateginya, tidak akan memberi peluang bagi partai meningkatkan
elektabilitas calon."
Alasan kedua untuk mengantisipasi
memudarnya daya juang internal partai akibat terlalu banyaknya skenario
partai. Penetapan dini, kata Aburizal, akan mendorong kader lebih fokus
melaksanakan satu skenario politik. Jika penetapan dilakukan menjelang
pilpres, Aburizal menilai akan banyak muncul banyak skenario, sehingga
proses politik tidak akan produktif.
Aburizal tidak ingin
soliditas partai terganggu menjelang pilpres. "Kami juga tak ingin
terlambat. Dengan rapimnas kami memastikan hanya ada satu skenario
politik menghadapi pilpres."
Penetapan yang cepat, kata Aburizal,
juga untuk mengantisipasi tidak berfungsinya mesin partai karena
menurunnya soliditas dan lemahnya kelembagaan politik. Aburizal ingin
memastikan menjelang pemilu dan pilpres seluruh kader terus menguatkan
jaringan dan membangun militansi kader.
Menurut Ical, kapasitas
organisasi partai ditingkatkan agar bisa bersama-sama mencapai target
dan tujuan partai pada 2014. "Kami hanya punya 18 bulan, tidak panjang
dan tidak pendek untuk memenangkan partai di pemilu dan pilpres."
